Jasa Pengurusan Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK)

Urus Izin SIUJK

Urus Izin SIUJK – SIUJK atau kepanjangan dari Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi merupakan izin untuk kegiatan usaha dibidang jasa konstruksi, dimana Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi diberikan oleh Pemerintah Kabupaten atau Kota. Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK ) adalah izin yang paling penting untuk perusahaan yang akan melakukan kegiatan usaha diantaranya : Jasa Pengawas Konstruksi, Jasa Pelaksana Konstruksi, Jasa Perencana Konstruksi.

Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi harus dan wajib sekali dimiliki oleh setiap perusahaan jasa konstruksi dengan kualifikasi sesuai dengan kekuatan modal perusahaan atau dari nilai proyek yang akan dikerjakan oleh perusahaan tersebut.

Langkah – Langkah Urus Izin SIUJK

Untuk Urus Izin SIUJK atau Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi dapat dibagi kedalam tiga tahap seperti berikut ini :

  • TAHAP 1 : Sertifikasi Tenaga Ahli (SKA) / Trampil (SKT).
  • TAHAP 2 : Sertifikasi Badan Usaha (SBU).
  • TAHAP 3 : Pengurusan SIUJK.

Sebelum kita membahas tentang ketiga tahapan diatas, simak keterangan di bawah ini :

Pertama. Pastikan Anda telah memiliki dokumen standar. Jika usaha Anda berbentuk PT contohnya, dokumen-dokumen berikut ini sudah ada : SK Menteri Hukum dan HAM, akte pendirian PT, NPWP, SIUP, Surat Keterangan Domisili Usaha, TDP dan Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Kedua. Anda harus menentukan besarnya nilai proyek yang akan Anda garap, apakah mau menggarap proyek bernilai kecil (nilai proyek di bawah Rp 500.000.000), proyek bernilai menengah (nilai proyek Rp 500.000.000 sampai dengan Rp 10.000.000.000), atau nilai proyek dengan sekala besar (nilai proyek diatas Rp 10.000.000.000)

Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi atau LPJK sudah membuat kualifikasi perusahaan yang memiliki nilai proyek : K1, K2, K3, M1, M2, B1, dan B2.

Jika perusahaan yang Anda kelola masih terbilang baru didalam bidang jasa konsturksi, Anda hanya memiliki dua pilihan saja, yaitu memilih proyek kecil (K1) atau menengah (M1). Kualifikasi ini nantinya bisa ditingkatkan sesuai pengalaman Anda didalam bidang konstuksi. Dan contoh jika Anda telah memilih kualifikasi kecil atau K1, Anda wajib mempunyai pengalaman tertentu jika Anda ingin naik ke kualifikasi K2, K3 dan seterusnya.

Anda di haruskan untuk mendokumentasikan kontrak pengalaman – pengalaman Anda. Setelah selesai proyek dan mendapatkan berita acara penyelesaian proyek, lalu berita acara penyelesaian proyek itulah sebagai acuan bagi LPJK untuk meningkatkan kualifikasi Anda didalam bidang jasa konstruksi.

TAHAP 1 : SERTIFIKASI TENAGA AHLI (SKA) / TENAGA TRAMPIL (SKT)

Jika Anda memulai usaha dengan klasifikasi kecil atau K1, Anda hanya cukup membutuhkan Sertifikasi Tenaga Terampil atau SKT. Dan untuk tenaga ahli, hanya cukup dengan izasah SMU atau STM saja.

Jika Anda memilih SIUJK klasifikasi M1 contohnya, Anda cukup membutuhkan SKA. Dan Anda harus mempunyai tenaga ahli dengan minimal ijazah sarjana. Jumlah sarjana yang akan Anda butuhkan tergantung dari beberapa bidang yang akan Anda jalani. Jika perusahaan Anda kelas pemula, hanya ada 4 klasifikasi atau bidang serta hanya ada 4 sub klasifikasi (sub-bidang) yang hanya bisa Anda jalani.

KLASIFIKASI

Klasifikasi yang ada (sesuai dengan peratuan baru LPJK) adalah Eletrikal, Bangunan Gedung, Mekanikal, Bangunan Sipil, Instalasi, Jasa Pelaksanaan Lainnya, Jasa Pelaksanaan Spesialis, Jasa Pelaksanaan Ketrampilan. Masing-masing klasifikasi ini masih mempunyai sub-klasifikasi. Maka dari itu, Anda wajib untuk memilih klasifikasi dan sub-klasifikasi mana yang akan Anda jalani.

LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) sudah mengeluarkan klasifikasi serta sub-klasifikasi lengkap beserta kode – kode untuk izin usaha jasa konstruksi

SKA YANG ANDA BUTUHKAN

Untuk jumlah Sertifikasi Tenaga Ahli (SKA) yang Anda butuhkan itu tergantung dari berapa bidang yang akan Anda ambil. Jika Anda memilih 4 bidang, setidaknya Anda membutuhkan 5 Sertifikasi Tenaga Ahli. Dan jika Anda memilih kualifikasi M1, Anda harus memiliki satu Sertifikasi Tenaga Ahli penanggung jawab teknik dan 4 penanggung jawab bidang klasifikasi.

Jika diperusahaan Anda hanya menggarap 3 klasifikasi, Anda membutuhkan 4 Sertifikasi Tenaga Ahli, yaitu : satu penanggung jawab teknik dan 3 penanggung jawab klasifikasi.

Segala Sertifikasi Tenaga Ahli harus mengikuti training yang sudah ditentukan dari asosiasi profesi yang terkait serta mengikuti karya ilmiah atau wawancara sesuai bidang yang mereka ambil sebelum mendapatkan Sertifikasi Tenaga Ahli atau SKA

Syarat Untuk Sertifikasi Tenaga Ahli (SKA)

  • Foto Copy KTP.
  • Foto Copy Ijazah S1.
  • Foto 3 x 4 sebanyak 4 lembar.
  • S1 Teknik dan Pertanian.
  • NPWP.
  • Mengisi Formulir Keanggotaan.

Lama Pengurusan SKA

Untuk lama pengerjaan SKA dalam Urus Izin SIUJK dapat memakan waktu kurang lebih satu bulan. Untuk pertama kali, tenaga ahli akan menjalani training dan interview sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh asosiasi profesi. Apabila telah dinyatakan lulus, asosiasi tersebut akan mendaftarkan tenaga ahlinya ke LPJK. Dan LPJK kemudian akan mengeluarkan Serifikasi Tenaga Ahli (SKA) sesuai bidang yang dia pilih.

TAHAP 2 : SERTIFIKASI BADAN USAHA (SBU)

Jika perusahaan Anda sudah memiliki SKA (Sertifikasi Tenaga Ahli), Anda baru bisa mengurus SBU (Sertifikasi Badan Usaha). Jika tanpa SKA. Anda tidak bisa mendapatkan SBU.

Syarat untuk mendapatkan SBU selain SKA adalah, Anda harus menjadi anggota salah satu asosiasi terlebih dahulu yang terakreditasi di LPJK. Lalu Anda membayar biaya untuk pengurusan SBU sesuai dengan bidang yang akan Anda jalani. Banyak sekali dokumen yang harus Anda siapkan apabila Anda ingin mendapatkan SBU.

Untuk pengurusan Sertifikasi Badan Usaha (SBU) dapat memakan waktu sekitar 1 bulan bahkan bisa lebih, ini tergantung jumlah SBU yang akan diproses di LPJK

Syarat Untuk Membuar SBU

  • Nomor Pokok Wajib Perusahaan (NPWP).
  • Tanda Daftar Perusahaan (TDP).
  • Pengusaha Kena Pajak (PKP).
  • Surat Keterangan Domisili Usaha.
  • Akte Pendirian Usaha (PT atau CV).
  • SK Menteri Hukum dan HAM (Pengesahan).
  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
  • Surat Keterangan Ketrampilan (SKT)/ Surat Keterangan Keahlian (SKA).
  • KTP Pengurus Perusahaan.
  • Kartu Anggota Assosiasi (KTA).
  • Kartu Keluarga Penanggungjawab Perusahaan.
  • Neraca & Laporan Keuangan Perusahaan.
  • Struktur Organisasi.
  • Pas Foto 4×6 4 lembar.

TAHAP 3 : SURAT IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI (SIUJK)

Jika Anda telah memiliki Sertifikasi Tenaga Ahli (SKA) dan Sertifikasi Badan Usaha (SBU), Anda baru bisa mengurus Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK) ke PEMDA yang terkait.

Persyaratan Untuk Membuat Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK)

Berikut ini merupakan syarat – syarat dan dokumen yang diperlukan untuk membuat Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi :

  • Nomor Pokok Wajib Perusahaan (NPWP).
  • Tanda Daftar Perusahaan (TDP).
  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
  • Akte Pendirian Usaha (PT atau CV).
  • SK Menteri Hukum dan HAM (Pengesahan).
  • Pengusaha Kena Pajak (PKP).
  • Surat Keterangan Domisili Usaha.
  • Sertfikasi Bada Usaha (SBU).
  • Surat Keterangan Ketrampilan (SKT)/ Surat Keterangan Keahlian (SKA).
  • Pas Foto 4×6 2 lembar.
  • KTP Pengurus Perusahaan.

Dan kami dari team konsultanlegalitas.com dapat membantu Anda dalam urus izin SIUJK agar dapat mempermudah Anda untuk menjalani usaha jasa konstruksi yang berada di Indonesia. Segera hubungi kami di nomor kontak yang sudah tertera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

WhatsApp WhatsApp us